Tsunamiberasal dari kata tsu yang berarti pelabuhan dan nami memiliki arti ombak. Masyarakat Jepang biasanya setelah terjadi bencana tsunami akan pergi ke pelabuhan untuk melihat seberapa besar kerusakan yang ditimbulkan, sehingga dipakailah istilah tsunami (Sutowijoyo 2005). Tsunami merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di
40GEOMINERBA Vol. 3 No. 2 - Desember 2018 : 35-44 Pantai berteluk dan landai merupakan pantai-pantai yang berada di antara pantai-pantai tebing (Gambar 7). Pantai ini biasanya berbentuk teluk-teluk kecil (ria coast) dan merupakan pantai bermorfologi datar yang sempit, berupa muara sungai (pocket beach).Pocket beach ini memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap tsunami karena bentuk
Pembahasan Tsunami berasal dari bahasa Jepang, yaitu "tsu" yang berarti pelabuhan dan "nami" yang berarti gelombang. Menurut bahasa, tsunami berarti ombak besar di pelabuhan. Sementara itu, secara keilmuan tsunami adalah rangkaian gelombang laut yang mampu menjalar dengan kecepatan hingga lebih 900 km per jam.
L1a09Ki. Bencana tsunami merupakan bencana alam yang disebabkan oleh pergeseran lempeng bumi di dasar laut yang menimbulkan getaran dahsyat dan membuat air dari dasar laut meluap hingga ke daratan. Menurut arti katanya, tsunami berasal dari bahasa Jepang, dimana tsu berarti pelabuhan dan nami berarti gelombang. Sehingga secara harfiah, tsunami berarti ombak besar di terjadinya tsunami bisa berupa gunung meletus, gempa bumi, tanah longsor, maupun jatuhnya meteor ke permukaan bumi. Namun, 90% kasus bencana tsunami terjadi akibat adanya gempa bumi dari bawah laut. Gerakan vertikal yang terjadi di kerak bumi mengakibatkan dasar laut naik ataupun turun secara tiba-tiba. Hal tersebut mengganggu keseimbangan air yang berada di atasnya. Terjadilah aliran energi laut yang ketika tiba di pantai menjadi sebuah gelombang yang sangat besar yang berakibatkan tsunami. Di laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan 500-1000 km per jam, setara dengan kecepatan pesawat jenis tsunami berdasarkan karakteristikUntuk dapat menyadari kemungkinan terjadi bencana tsunami, kita perlu mengetahui jenis tsunami yang ada dengan memperhatikan tanda-tandanya, seperti gempa dengan kekuatan yang cukup besar, berkisar 7-9 Skala Richter. Lihat pula kondisi air laut, apabila tiba-tiba saja surut setelah gempa terjadi, maka kita wajib waspada karena bisa aja aliran energi laut tengah terjadi dengan menarik air masuk sebelum memuntahkannya dengan kekuatan yang lebih besar. Selain itu, kita perlu memperhatikan tanda-tanda alam yang tidak biasa, seperti gerakan angin, adanya suara gemuruh dari arah laut, bahkan perilaku hewan kali tsunami disalahartikan dengan fenomena gelombang air pasang. Hal itu disebabkan karena air yang ketika mencapai daratan nampak seperti gelombang air pasang yang tinggi, daripada ombak dengan waktu terjadinya, berikut jenis-jenis Tsunami jarak dekatDisebut jarak dekat atau lokal karena jeda sejak terjadi gempa hingga menimbulkan tsunami terjadi setelah 0-30 menit. Jarak dari pusat gempa menuju lokasi tsunami sejauh 200 kilometer. Daerah di sekitar gempa mungkin merasakan getaran yang amat hebat hingga menimbulkan kerusakan pada bangunan. Tanda-tanda sebelum terjadi tsunami adalah terasanya getaran yang hebat disertai dengan pasang-surut air laut. Adapun alat pendeteksi gempa bumi yaituAccelerograph, biasa disebut juga strong motion seismograph. Alat ini dipasang hanya untuk mendeteksi getaran kuat saja, dilengkapi dengan alarm dan sistem komunikasi untuk menyebar berita, kontrol operasional, dan perawatan jarak gauge, yakni alat untuk mengukur perubahan muka laut, yang disebabkan oleh pasang dan surut harian muka laut yang disebabkan oleh gaya tarik bulan dan matahari normal, angin, atau tsunami. Informasi yang dibutuhkan untuk peringatan dini early warning adalah pasang surut saat sebelum terjadinya tsunami di lokasi bersangkutan, kemudian pasang naik mengakibatkan tsunami menjadi informasi untuk lokasi yang lebih alat tersebut dipasang di tempat yang sama pada sebuah shekter di area pantai yang dilengkapi dengan alarm penanda bahaya. Peringatan pertama berasal dari accelerograph, kemudian disusul dengan peringatan dari tide gauge apabila terjadi perubahan muka air laut. Peringatan tersebut disampaikan kepada warga sekitar berupa alarm, petugas atau aparat setempat untuk memulai proses evakuasi, dan BMG pusat untuk monitoring dan informasi darurat agar disebarkan ke daerah berpotensi Tsunami jarak menengahDikatakan jarak menengah, karena jeda waktu dari setelah terjadi gempa hingga tsunami adalah 30 menit hingga 2 jam. Jarak dari pusat gempa hingga ke lokasi berkisar antara 200-1,000 kilometer, yang mungkin saja masih merasakan gempa dengan intensitas II hingga V MMI Modified Mercalli Intensity. Tanda sebelum terjadi tsunami adalah getaran kuat dan sering diikuti oleh laut pasang surut. Peralatan tanda bahaya juga dilengkapi alarm untuk memberi peringatan tanda bahaya, namun mungkin accelerograph tidak cukup berpengaruh karena getarannya Tsunami jarak jauhDisebut dengan jarak jauh, karena jeda waktu dari setelah terjadi gempa hingga tsunami bisa lebih dari dua jam. Jarak lokasi dari titik gempa melebihi 1,000 kilometer, karena itulah warga setempat tidak akan merasakan gempa. Pasang surut air laut masih mungkin terjadi sebelum gelombang tsunami datang. Pada daerah ini tidak diperlukan Tsunami1755 Terjadi di Lisbon, Portugal. Menewaskan 60 ribu korban Akibat letusan Gunung Krakatau di Indonesia, mengguncang Samudera Hindia dan Pasifik, hingga ke pantai barat Amerika dan Amerika Selatan. Menewaskan 36 ribu Terjadi di Meiji Sanriku, Jepang. Tinggi mencapai 30 meter, menewaskan 27 ribu Akibat gempa besar di Kanto, Jepang, meratakan Tokyo, Yokohama, dan Gempa 9,1 Skala Richter di Samudera Hindia menimbulkan tsunami besar di Aceh, Indonesia. Terdapat delapan negara yang dilewati gelombang tersebut, yaitu Thailand, pantai timur India, Srilanka, bahkan pantai timur Afrika di Somalia, Kenya, dan Terjadi di lepas pantai Nias, Indonesia. Menewaskan 1,300 Gempa 7,7 Skala Richter di Samudera Hindia, 200 kilometer dari Pangandaran, Indonesia, menyapu dengan gelombang tsunami setinggi 6 Akibat gempa di pesisir timur Honshu, Jepang, membuat gelombang setinggi 10 artikel mengenai jenis jenis tsunami yang dapat kami sampaikan. Semoga informasi yang terdapat pada artikel ini dapa bermanfaat bagi anda.
Latihan Soal Online - Latihan Soal SD - Latihan Soal SMP - Latihan Soal SMA Kategori IPA ★ SD Kelas 6 / Bencana Alam - PLH SD Kelas 6Tipe tsunami m = 2 memiliki artiA. Tinggi gelombang tsunami 1-2 mB. Tinggi gelombang tsunami 2 mC. Tinggi gelombang tsunami 2-4 mD. Tinggi gelombang tsunami 4-6 mPilih jawaban kamu A B C D E Latihan Soal SD Kelas 1Latihan Soal SD Kelas 2Latihan Soal SD Kelas 3Latihan Soal SD Kelas 4Latihan Soal SD Kelas 5Latihan Soal SD Kelas 6Latihan Soal SMP Kelas 7Latihan Soal SMP Kelas 8Latihan Soal SMP Kelas 9Latihan Soal SMA Kelas 10Latihan Soal SMA Kelas 11Latihan Soal SMA Kelas 12Preview soal lainnya Gerak Pada Makhluk Hidup - IPA SMP Kelas 8Perhatikan data berikut ini!1. Daun insektivora menutup karena ada sentuhan2. Daun sikejut putrid malu menutup karena disentuh3. Daun bunga kupu-kupu menutup diwaktu malam4. Gerak akar masuk ke tanahPernyataan di atas yang merupakan gerak nasti….a. 1 dan 4b. 3 dan 4c. 2 dan 4d. 2 dan 3Cara Menggunakan Baca dan cermati soal baik-baik, lalu pilih salah satu jawaban yang kamu anggap benar dengan mengklik / tap pilihan yang tersedia. Materi Latihan Soal LainnyaPengetahuan Dasar Geografi - SMA Kelas 10Tema 8 Subtema 2 SD Kelas 3Ujian Sekolah Penjaskes PJOK SMP Kelas 9LKS Sejarah Kebudayaan Islam SKI MI Kelas 5Olimpiade Matematika SDPTS Semester 1 Ganjil Bahasa Inggris SMA Kelas 10PTS - Matematika SD Kelas 1PTS PPKn SD Kelas 4Bahasa Inggris SD Kelas 4 part 2Try Out IPS SMP Kelas 9 Tentang Soal Online adalah website yang berisi tentang latihan soal mulai dari soal SD / MI Sederajat, SMP / MTs sederajat, SMA / MA Sederajat hingga umum. Website ini hadir dalam rangka ikut berpartisipasi dalam misi mencerdaskan manusia Indonesia.
Istilah tsunami berasal dari bahasa Jepang. Tsu berarti "pelabuhan", dan nami berarti "gelombang", sehingga tsunami dapat diartikan sebagai "gelombang pelabuhan". Istilah ini pertama kali muncul di kalangan nelayan Jepang. Karena panjang gelombang tsunami sangat besar, pada saat berada di tengah laut, para nelayan tidak merasakan adanya gelombang ini. Namun setibanya kembali ke pelabuhan, mereka mendapati wilayah di sekitar pelabuhan tersebut rusak parah. Karena itulah mereka menyimpulkan bahwa gelombang tsunami hanya timbul di wilayah sekitar pelabuhan, dan tidak di tengah lautan yang dalam. Tsunami adalah gelombang air yang sangat besar yang dibangkitkan oleh macam-macam gangguan di dasar samudra. Gangguan ini dapat berupa gempa bumi, pergeseran lempeng, atau gunung meletus. Tsunami tidak kelihatan saat masih berada jauh di tengah lautan, namun begitu mencapai wilayah dangkal, gelombangnya yang bergerak cepat ini akan semakin membesar. Tsunami juga sering disangka sebagai gelombang air pasang. Ini karena saat mencapai daratan, gelombang ini memang lebih menyerupai air pasang yang tinggi daripada menyerupai ombak biasa yang mencapai pantai secara alami oleh tiupan angin. Namun sebenarnya gelombang tsunami sama sekali tidak berkaitan dengan peristiwa pasang surut air laut. Karena itu untuk menghindari pemahaman yang salah, para ahli oseanografi sering menggunakan istilah gelombang laut seismik seismic sea wave untuk menyebut tsunami, yang secara ilmiah lebih akurat. Sebab-sebab Terjadinya Tsunami Tsunami dapat dipicu oleh bermacam-macam gangguan disturbance berskala besar terhadap air laut, misalnya gempa bumi, pergeseran lempeng, meletusnya gunung berapi di bawah laut, atau tumbukan benda langit. Tsunami dapat terjadi apabila dasar laut bergerak secara tiba-tiba dan mengalami perpindahan vertikal. Longsoran Lempeng Bawah Laut Undersea landslides Gerakan yang besar pada kerak bumi biasanya terjadi di perbatasan antar lempeng tektonik. Celah retakan antara kedua lempeng tektonik ini disebut dengan sesar fault. Sebagai contoh, di sekeliling tepian Samudra Pasifik yang biasa disebut dengan Lingkaran Api Ring of Fire, lempeng samudra yang lebih padat menunjam masuk ke bawah lempeng benua. Proses ini dinamakan dengan penunjaman subduction. Gempa subduksi sangat efektif membangkitkan gelombang tsunami. Gempabumi Bawah Laut Undersea Earthquake Gempa tektonik merupakan salah satu gempa yang diakibatkan oleh pergerakan lempeng bumi. Jika gempa semacam ini terjadi di bawah laut, air di atas wilayah lempeng yang bergerak tersebut berpindah dari posisi ekuilibriumnya. Gelombang muncul ketika air ini bergerak oleh pengaruh gravitasi kembali ke posisi ekuilibriumnya. Bila wilayah yang luas pada dasar laut bergerak naik ataupun turun, tsunami dapat terjadi. Aktivitas Vulkanik Volcanic Activities Pergeseran lempeng di dasar laut, selain dapat mengakibatkan gempa juga seringkali menyebabkan peningkatan aktivitas vulkanik pada gunung berapi. Kedua hal ini dapat menggoncangkan air laut di atas lempeng tersebut. Demikian pula, meletusnya gunung berapi yang terletak di dasar samudra juga dapat menaikkan air dan membangkitkan gelombang tsunami. Tumbukan Benda Luar Angkasa Cosmic-body Impacts Tumbukan dari benda luar angkasa seperti meteor merupakan gangguan terhadap air laut yang datang dari arah permukaan. Boleh dibilang tsunami yang timbul karena sebab ini umumnya terjadi sangat cepat dan jarang mempengaruhi wilayah pesisir yang jauh dari sumber gelombang. Sekalipun begitu, bila pergerakan lempeng dan tabrakan benda angkasa luar cukup dahsyat, kedua peristiwa ini dapat menciptakan megatsunami. Karakteristik Tsunami Perilaku gelombang tsunami sangat berbeda dari ombak laut biasa. Gelombang tsunami bergerak dengan kecepatan tinggi dan dapat merambat lintas-samudra dengan sedikit energi berkurang. Tsunami dapat menerjang wilayah yang berjarak ribuan kilometer dari sumbernya, sehingga mungkin ada selisih waktu beberapa jam antara terciptanya gelombang ini dengan bencana yang ditimbulkannya di pantai. Waktu perambatan gelombang tsunami lebih lama dari waktu yang diperlukan oleh gelombang seismik untuk mencapai tempat yang sama. Periode tsunami cukup bervariasi, mulai dari 2 menit hingga lebih dari 1 jam. Panjang gelombangnya sangat besar, antara 100-200 km. Bandingkan dengan ombak laut biasa di pantai selancar surfing yang mungkin hanya memiliki periode 10 detik dan panjang gelombang 150 meter. Karena itulah pada saat masih di tengah laut, gelombang tsunami hampir tidak nampak dan hanya terasa seperti ayunan air saja. Perbandingan Gelombang Tsunami dan Ombak Laut Biasa Parameter Gelombang Tsunami Ombak Biasa Periode gelombang 2 menit — > 1 jam ± 10 detik Panjang gelombang 100 — 200 km 150 m Bila lempeng samudra pada sesar bergerak naik raising, terjadi air pasang di wilayah pantai hingga wilayah tersebut akan mengalami banjir sebelum kemudian gelombang air yang lebih tinggi datang menerjang. Bila lempeng samudra bergerak naik, wilayah pantai akan mengalami banjir air pasang sebelum datangnya tsunami. Bila lempeng samudra pada sesar bergerak turun sinking, kurang lebih pada separuh waktu sebelum gelombang tsunami sampai di pantai, air laut di pantai tersebut surut. Pada pantai yang landai, surutnya air bisa mencapai lebih dari 800 meter menjauhi pantai. Masyarakat yang tidak sadar akan datangnya bahaya mungkin akan tetap tinggal di pantai karena ingin tahu apa yang sedang terjadi. Atau bagi para nelayan mereka justru memanfaatkan momen saat air laut surut tersebut untuk mengumpulkan ikan-ikan yang banyak bertebaran. Bila lempeng samudra bergerak turun, di wilayah pantai air laut akan surut sebelum datangnya tsunami. Pada suatu gelombang, bila rasio antara kedalaman air dan panjang gelombang menjadi sangat kecil, gelombang tersebut dinamakan gelombang air-dangkal. Karena gelombang tsunami memiliki panjang gelombang yang sangat besar, gelombang tsunami berperan sebagai gelombang air-dangkal, bahkan di samudra yang dalam. Gelombang air-dangkal bergerak dengan kecepatan yang setara dengan akar kuadrat hasil perkalian antara percepatan gravitasi 9,8 m/s2 dan kedalaman air laut. v = velocity kecepatan g = gravitation 9,8 m/s2 d = depth kedalaman Sebagai contoh, di Samudra Pasifik, dimana kedalaman air rata-rata adalah 4000 meter, gelombang tsunami merambat dengan kecepatan ± 200 m/s kira-kira 712 km/jam dengan hanya sedikit energi yang hilang, bahkan untuk jarak yang jauh. Sementara pada kedalaman 40 meter, kecepatannya mencapai ± 20 m/s sekitar 71 km/jam, lebih lambat namun tetap sulit dilampaui. Energi dari gelombang tsunami merupakan fungsi perkalian antara tinggi gelombang dan kecepatannya. Nilai energi ini selalu konstan, yang berarti tinggi gelombang berbanding terbalik dengan kecepatan merambat gelombang. Oleh sebab itu, ketika gelombang mencapai daratan, tingginya meningkat sementara kecepatannya menurun. Saat memasuki wilayah dangkal, kecepatan gelombang tsunami menurun sedangkan tingginya meningkat, menciptakan gelombang mengerikan yang sangat merusak. Kedalamanm Kecepatanmph Panjang Gelombangkm 7000 586 282 4000 443 213 2000 313 151 200 99 48 50 49 23 10 22 Selagi orang-orang yang berada di tengah laut bahkan tidak menyadari adanya tsunami, gelombang tsunami dapat mencapai ketinggian hingga 30 meter atau lebih ketika mencapai wilayah pantai dan daerah padat. Tsunami dapat menimbulkan kerusakan yang sangat parah di wilayah yang jauh dari sumber pembangkitan gelombang, meskipun peristiwa pembangkitan gelombang itu sendiri mungkin tidak dapat dirasakan tanpa alat bantu. Tsunami bergerak maju ke satu arah dari sumbernya, sehingga wilayah yang berada di daerah "bayangan" relatif dalam kondisi aman. Namun demikian, gelombang tsunami dapat saja berbelok di sekitar daratan. Gelombang ini juga bisa saja tidak simetris. Gelombang ke satu arah mungkin lebih kuat dibanding gelombang ke arah lainnya, tergantung dari peristiwa alam yang memicunya dan kondisi geografis wilayah sekitarnya. Megatsunami dan Seiche Bukti-bukti menunjukkan bahwa megatsunami, yaitu tsunami yang mencapai ketinggian hingga 100 meter, memang mungkin terjadi. Peristiwa yang langka ini biasanya disebabkan oleh sebuah pulau yang cukup besar amblas ke dasar samudra. Megatsunami juga bisa disebabkan oleh sebongkah besar es yang jatuh ke air dari ketinggian ratusan meter. Gelombang ini dapat menyebabkan kerusakan yang sangat dahsyat pada cakupan wilayah pantai yang sangat luas. Satu hal yang berkaitan dengan tsunami antara lain adalah seiche, yaitu fluktuasi atau pengalunan permukaan danau atau badan air yang kecil yang disebabkan oleh gempa-bumi kecil, angin, atau oleh keragaman tekanan udara. Seringkali gempa yang besar menyebabkan tsunami dan seiche sekaligus, atau sebagian seiche justru terjadi karena tsunami. Tsunami Dengan Gelombang Tertinggi Gelombang tsunami tertinggi yang tercatat sampai saat ini adalah tsunami di Alaska pada tahun 1958 yang disebabkan oleh amblasnya lempeng tektonik di Teluk Lituya. Tsunami ini memiliki ketinggian lebih dari 500 meter dan menghancurkan pohon-pohon dan tanah pada dinding fjord. Saat gelombang tsunami kembali ke laut, gelombang tersebut langsung menyebar dan tingginya menurun dengan cepat. Tingginya gelombang saat berada di pantai lebih disebabkan karena topografi wilayahnya, daripada karena energi yang dikeluarkan oleh peristiwa amblasnya lempeng. Fjord, suatu teluk sempit inlet di antara tebing-tebing atau lahan terjal. Biasa djumpai di Norwegia, Alaska, Selandia Baru, dll. Sebelumnya fjord ini merupakan sungai gletser yang terbentuk di wilayah pegunungan di kawasan pantai. Saat suhu menjadi hangat, sungai gletser ini mencair, akibatnya permukaan air laut naik dan membanjiri lembah di sela-sela pegunungan tersebut. Tsunami Di Indonesia Berdasarkan katalog gempa 1629 - 2002 di Indonesia pernah terjadi tsunami sebanyak 109 kali, yakni 1 kali akibat longsoran landslide, 9 kali akibat gunung berapi dan 98 kali akibat gempa tektonik. Hal-hal yang paling berpotensi menimbulkan tsunami adalah Gempa yang terjadi di dasar laut Kedalaman pusat gempa kurang dari 60 km Kekuatan gempa lebih besar dari 6,0 Skala Richter Jenis pensesaran gempa tergolong sesar naik atau sesar turun Tsunami di Samudra Hindia -26 Desember 2004 26 Desember 2004 merupakan hari yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia. Ya, setelah sekian lama, kita mengalami musibah besar yang bukan hanya melanda negeri kita, tapi juga negeri-negeri lain seperti Thailand, Bangladesh, India, Sri Landa, bahkan Maladewa, Somalia, Kenya, dan Tanzania yang berada di Afrika. Tsunami yang melanda Aceh dan sebagian Sumatera Utara, sebelumnya ditandai dengan gempa berkekuatan 9,15 magnitudo momen. Ratusan ribu orang tewas, belum lagi korban luka-luka dan korban materi. Jumlah korban yang sangat besar membuat tsunami ini merupakan tsunami paling mematikan sepanjang sejarah dunia. Sayangnya, kita tidak memiliki sistem peringatan dini seperti halnya yang ada di Samudra Pasifik. Ini karena kita memang jarang mengalami musibah tsunami. Tsunami terakhir yang cukup besar di Indonesia terjadi pada tahun 1883, yang disebabkan oleh meletusnya Gunung Krakatau di Selat Sunda. Itu berarti sudah lebih dari seabad yang lalu. Setelah ada tsunami ini, UNESCO dan lembaga-lembaga lainnya di dunia mulai merintis pengembangan sistem pengawasan tsunami global untuk wilayah di sekitar Samudra Hindia.
tipe tsunami m 2 memiliki arti